Jumat, 19 September 2008

Ingin sehat dan Fress selalu di bulan Ramadhan

Ibadah puasa pada bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang baik bagi kaum muslimin untuk meraih manfaat sebesar-besarnya, baik manfaat pahala ibadah maupun manfaat kesehatan. Masalahnya, pada bulan puasa biasanya munculnya kebiasaan-kebiasaan baru. Misalnya produktivitas kerja yang menurun dengan alasan badan lemas karena kurang makan, kebiasaan makan sahur yang banyak, makan berlebihan saat berbuka, kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran serta tidur seharian tanpa berolahraga.
Tanpa disadari, hal-hal itu justru dapat menyebabkan berat badan yang terus meningkat dan kondisi tubuh menjadi kurang fit, sehingga mengurangi manfaat puasa untuk kesehatan kita.Agar puasa dapat menyehatkan diperlukan strategi yang tepat. Siasat yang baik adalah dengan melakukan pengaturan pola makan dan minum, pengaturan aktivitas atau olahraga, perhatian ekstra dan strategi khusus untuk penyakit atau kondisi tertentu serta persiapan mental.
Walaupun tidak makan dan minum di siang hari, jumlah kalori, karbohidrat dan asupan gizi lainnya harus tetap sama dengan saat kita tidak berpuasa. Fungsi zat gizi dalam tubuh adalah sebagai sumber energi (karbohidrat dan lemak), zat pembangun (protein) terutama untuk tumbuh kembang serta mengganti sel yang rusak dan sumber zat pengatur (vitamin dan mineral).
Pengaturan makan dan minum pada saat berpuasa dimulai ketika sahur. Sahur menjadi penting karena pada saat sahur kita mempersiapkan makanan yang menjadi sumber energi selama puasa. Sahur dianjurkan dilakukan di akhir waktu.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur tidak hanya sekedar praktis, tapi juga makanan bergizi, yang mengandung lima unsur zat gizi, yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Selain itu, pada saat sahur perlu mengonsumis air sebanyak 8 - 10 gelas per hari, termasuk susu, jus dan kuah sup atau sayur agar tubuh tidak kekurangan cairan. Pembagiaannya 5 gelas pada malam hari dan 3 gelas pada saat sahur. Setelah makan sahur dianjurkan tidak langsung tidaur untuk memperlancar pencernaan.

Pada saat berbuka puasa sebaiknya dengan minuman yang manis dan hangat. Makan dilakukan secara bertahap dan tidak langsung makan dalam porsi yang besar dan terburu-buru. Bagi orang gemuk, hindari berbuka puasa dengan makanan yang tinggi kolesterol dan kurangi makanan yang manis-manis.
Sebaiknya lebih banyak konsumsi sayuran dan buah serta kurangi makanan yang digoreng. Bagi yang terlalu kurus perlu menambah porsi susu dan hindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong dan daun pepaya). Bagi yang berusia lanjut makanlah dalam jumlah porsi kecil tapi sering. Setelah buka puasa, sebaiknya tidak langsung tidaur untuk memperlancar pencernaan.


Tidak ada komentar: